tips berbisnis menguntungkan

Tak Hanya Isi Pada Orientasi Dagang

March 4, 2020

bisnis asuransi

Data lain yang mendukung besarnya potensi bisnis asuransi adalah hampir 60% investor di Indonesia belum memiliki rencana pensiun. Dengan menyasar investor yang memiliki dana lebih, bisnis asuransi bisa berkembang lebih baik. Selain itu, Pemerintah juga mendukung perkembangan industri asuransi melalui Otoritas Jasa Keuangan dengan cara memprioritaskan program edukasi untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya berasuransi.

Di sinilah sektor CRM diperlukan dalam rangka transformasi digital dalam sektor Industri Asuransi. Software CRM dapat dengan mudah mengelola data pelanggan untuk perusahaan. Sehubungan dengan perkembangan terbaru di sektor CRM, sekarang perusahaan dapat menyimpan data pelanggan mereka di cloud sehingga dapat menghemat biaya dan keamanan data lebih terjamin. Dengan munculnya perangkat lunak CRM berbasis Cloud pertama di Indonesia yaitu Barantum CRM yang dapat terintegrasi dengan Barantum Call Center dapat memberikan solusi langsung ke industri asuransi.

Hal ini bisa dilihat dari banyaknya jumlah perusahaan yang menawarkan layanan asuransi. Kami, PT. Asuransi Bintang, Tbk merupakan salah satu perusahaan lokal di Indonesia yang telah berdiri sejak tanggal 17 maret 1955, memiliki beberapa segmen bisnis asuransi yang salah satunya adalah segmen Agency. dikelola pada Divisi Agency Management, yang mulai efektif beroperasi pada tahun 1980-an mengelola para agen sebagai Mitra Bisnis Perusahaan untuk memberikan produktifitas yang positif. Hanya saja, ada kalanya perusahaan asuransi merugi karena berinvestasi di tempat yang salah.

bisnis asuransi

Hal tersebut seiring dengan semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang melek teknologi, membuat industri asuransi dapat menjadikannya sebagai sebuah peluang untuk mengembangkan bisnis ke arah digital atau insurance technology. Dimana sebagian besar dari 270 juta jiwa masyarakat Indonesia sudah aktif menggunakan telepon seluler.

Selama perusahaan asuransi tersebut memiliki likuiditas yang memadai dan nilai aset jangka panjang yang cukup untuk menalangi kerugian tersebut dan membayar klaim nasabah, ia dapat terus beroperasi layaknya praktik bisnis lainnya. Asuransi juga tidak selamanya mahal karena banyak perusahaan asuransi yang menyediakan premi asuransi sesuai dengan target pasar yang sudah ditentukan olehnya. Jumlah premi asuransi itu juga disesuaikan dengan jumlah klaim yang didapatkan oleh polis asuransi ketika mengalami kerugian dalam menghadapi risiko. Bayangkan, seandainya masyarakat sudah paham betapa pentingnya asuransi untuk kebutuhan mereka, perusahaan tidak perlu lagi mempekerjakan agen. Mereka hanya perlu membuka posko atau stand untuk layanan informasi dan pendaftaran. Dengan kesadaran berasuransi masyarakat yang masih rendah, justru menjadi peluang besar bagi kita untuk mendapatkan komisi penjualan yang tinggi dan bonus tahunan yang nilainya besar.

Jadi, secara garis besarnya proses pengolahan uang yang dijalankan perusahaan asuransi adalah perputaran uang nasabah untuk menutup risiko yang dialami nasabah lain. Untuk Bisnis baru IFG Life, yakni akan dijalankan lewat dua lini bisnis, asuransi jiwa dan kesehatan, di mana kanal yang dibidik yakni pelanggan dan karyawan dari perusahaan BUMN. Produknya nanti yakni berasal akuisisi pemain asuransi kesehatan untuk menambah kapasitas dan skala bisnis. Survei Nasional Literasi Keuangan yang dilakukan OJK menunjukkan bahwa inklusi perasuransian sebesar 6, 18 persen, jauh dibawah perbankan yang mencapai 73, 88 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa industri asuransi memiliki peluang yang besar untuk terus berkembang dengan memanfaatkan insurtech sebagai salah satu cara untuk meningkatkan inklusi pada bisnis asuransi.

Pengamat asuransi Irvan Rahardjo mengatakan industri asuransi memiliki potensi dengan sangat besar buat meningkatkan kinerjanya dalam tahun 2021, terlebih penetrasi asuransi sedang sangat rendah sekitar 1, 73 bayaran dari Pendapatan Domestik Bruto. Itu berarti ceruk bisnis asuransi masih memiliki ruang bersekat-sekat pasar yang amat besar.

Nasabah atau pelanggan akan diberi jadwal pembayaran premi (biasanya per/bulan). Melalui pembayaran premi ini maka jumlah uang dari setiap nasabah akan dikelola guna mengatasi permasalahan yang dialami nasabah lain.

Sebagai cela satu lembaga uang non bank, asuransi dikenal sebagai seleksi investasi yang pas baik dan meminimalisir risiko atas laksana tak terduga. Industri Asuransi telah tumbuh menjadi segmen bisnis yang menjanjikan dan Perusahaan Asuransi di Indonesia berlomba-lomba mengimplementasikan bisnis tersebut di market.